Akar Bahasa Sawai

Fakawele berarti ikrar memulihkan tanah kelahiran

Bergerak dari kesadaran akar rumput di Halmahera Tengah, komunitas ini berdiri sebagai benteng penjagaan ruang hidup dan tradisi lisan yang terancam bising industri.

100%

Kemandirian warga

Sawai

Tradisi & bahasa

#SaveSagea

Gerakan solidaritas

Titik Mula

Lingkaran pemuda di bantaran sungai

Bermula dari perbincangan malam di bawah lampu minyak markas kayu sederhana, para pemuda Sagea menyadari bahwa hilangnya hutan dan tercemarnya sungai bukan sekadar krisis ekologi, melainkan ancaman punahnya memori kolektif.

Mereka mendirikan perpustakaan warga dan Sekolah Relawan Kampung agar anak-anak tetap membaca masa depan tanpa tercerabut dari akar kebudayaan Sawai.

Mandat Etis

Kedaulatan tanah dan transmisi pengetahuan

Fakawele berpegang teguh pada prinsip kemandirian warga tanpa ikatan kepentingan modal maupun birokrasi donor luar. Setiap langkah pengorganisasian didasarkan pada keputusan musyawarah kampung yang menghormati batas wilayah adat.

Transmisi pengetahuan dilakukan langsung oleh para tetua kepada generasi muda melalui catatan botani lokal, inventarisasi nama tempat bersejarah, dan penuturan lisan yang diwariskan turun-temurun.

Amanat Leluhur

Sungai Sagea dan goa karst bukan sekadar tempat mencari air, melainkan urat nadi peradaban kami. Menjaganya adalah kewajiban hidup mati bagi siapa saja yang mengaku anak negeri ini.

Tetua Adat Kampung Sagea